Surat Keterangan Bebas Narkoba

Pada hari Rabu Saya dihubungi oleh salah satu pegawai SDM BUMN, yang meminta Saya untuk mengikuti tes seleksi pegawai dengan membawai kelengkapan Surat Keterangan Bebas Narkoba. Hal pertama yang Saya lakukan adalah googlling tentang suarat bebas narkoba tersebut di internet. Ternyata tidak ada informasi yang memadai mengenai cara ataupun prosedur untuk mendapatkan surat tersebut. Berdasarkan hal tersebut, berikut ini Saya akan menuliskan kronologis mendapatkan surat bebas narkoba yang telah Saya lakukan dalam 2 (dua) hari ini dengan segala daya upaya.

Pertama, Saya menghubungi beberapa orang teman Saya yang telah mendapat surat bebas narkoba. Dari beberapa orang teman Saya tersebut, Saya mendapatkan beberapa persamaan. Surat bebas narkoba mereka merupakan hasil laboratorium yang menyatakan bahwa mereka negative dalam 3 (tiga) jenis narkoba, yaitu morphine, amphetamine dan marijuana. Mereka mendapatkannya di RS pemerintah dan laboratorium swasta.

Kedua, membuat daftar catatan RS pemerintah dan PEMDA DKI. Hal ini karena disebutkan bahwa surat bebas narkoba tersebut didapat dari rumah sakit yang ditunjuk pemerintah. Berdasarkan catatan Saya mendapatkan daftar RS pemerintah dan PEMDA DKI yaitu sebagai berikut:
1. RSCM
2. RS Duren Sawit
3. RS Fatmawati
4. RS Koja
5. RS Tarakan
6. RS Budi Asih
7. RSAL Mintohardjo
Kemudian, Saya menghubungi semua rumah sakit diatas, dan sebagian besar menyatakan hari sabtu tidak ada tes bebas narkoba, kecuali RS Pasar Rebo. Oleh karena hampir patah arang, Saya menghubungi berbagai rumah sakit swasta dan mendapatkan informasi yang berbeda-beda. Terakhir, Saya mendapatkan informasi yang meyakinkan dari RS Saint Carolus bahwa disana bisa dilakukan tes narkoba dan selesai dalam 30 menit.

Ketiga, berdasarkan informasi terakhir, Saya mengunjungi RS Saint Carolus dan minta melakukan tes narkoba. Ternyata sesampai disana petugas meminta surat keterangan dari dokter dan tidak dapat dilakukan tes tanpa surat tersebut. Akhirnya karena tidak ada persiapan Saya batal melakukan tes di RS Saint Carolus.

Keempat, Setelah batal dari RS Saint Carolus, Saya menuju ke RSCM dengan pertimbangan bahwa RS Nasional pasti memilki lab untuk melakukan tes narkoba dan memberikan pelayanan public 24 jam. Tetapi, sesampainya disana karena struktur lokasi dan bangunan yang sangat besar dan memiliki banyak lorong, membuat Saya kesulitan menemukan laboratorium yang dimaksud. Setelah berhasil menemukan laboratorium, lagi- lagi Saya ditolak untuk melakukan tes bebas narkoba. Mereka merujuk ke RS Fatmawati dan RSPAD Gatot Soebroto. Segera Saya keluar dari RSCM dan menuju ke RS lain. Namun perjalanan menemukan pintu keluarpun cukup melelahkan, karena harus melalui berbagai lorong yang berliku.

Kelima, Saya menuju RSPAD Gatoto Soebroto sesuai yang dirujuk oleh RSCM. Namun sesampainya disana, Mereka menyatakan bahawa tes bebas narkoba dilakukan pada hari kerja Senin- Jumat, dengan alasan mereka juga pegawai negeri. Kemudian, Saya berpikir, mereka adalah pegawai negeri yang dibayar dari pajak masyarakat. Dan pelayanan masyarakat seharusnya ada setiap hari. Saya saat itu sudah tidak tahu harus pergi kemana untuk mengurus tes bebas narkoba. Kemudian, Sya menghubungi teman Saya yang pernah menyatakan bahwa pernah tes bebas narkoba di suatu laboratorium swasta. Akhirnya Saya menelpon laboratorium tersebut. Namun sekali lahi hasilnya NIHIL. Mereka tidak dapat melakukan tes bebas narkoba.

Keempat, dalam perjalanan pulang dan patah semangat, Saya melewati RS Tebet. Akhirnya dengan niat hanya berusaha untuk terakhir kali, Saya masuk ke dalam RS Tebet. Saya bertanya pada informasi dan ternyata informasi di RS Tebet sangat membantu para pengunjung. Dan senangnya lagi mereka berkata bahwa disana bisa tes narkoba 24 jam. Mereka juga berkata bahwa biasanya tes narkoba tersebut dilakukan untuk 3(tiga) jenis, yaitu morphine, amphetamine dan marijuana. Namun, perjuangan Saya untuk tes narkoba lagi- lagi menemui jalan buntu karena mengetahui Saya sedang ‘halangan’ sehingga hasil tes urinenya bisa tidak objektif. Akhirnya Saya kembali pulang dengan tangan hampa. Kebetulan sekali Saya memiliki beberapa keluarga dokter, sehingga bisa menanyakan perihal tes urine. Dari keterangan 2 dokter disebutkan, bahwa “haid’ pada tes urine untuk tes naroba tidak begitu berpengaruh, kecuali apabila melakukan medical check-up. Aikhirnya, berbekal dari informasi para dokter Saya kembali ke RS tebet dan dapat melakukan tes narkoba. Setelah melalui perjalanan panjang, akhirnya Saya mendapa6tkan hasilnya dan NEGATIF. Kemudian, hasil tersebut saya fotokopi dan siap dibawa untuk seleksi pegawai.